Ternyata
armadillo pelakunya. Itu kata sebuah tim peneliti internasional. Lewat
penelitian DNA, tim berhasil mengungkap sebuah misteri medis: Bagaimana puluhan
orang di Amerika Serikat terjangkit lepra, tanpa pernah pergi ke negara rawan lepra.
Pengurutan genetika menunjukkan, manusia dan armadillo di bagian selatan AS
punya galur unik yang sama dengan bakteri di balik lepra (penyakit Hansen).
Infeksi—yang
bisa tidur bertahun-tahun sebelum menyebabkan lesi kulit, kerusakan saraf, dan
kelemahan otot—sebelumnya dianggap hanya bisa ditularkan antarmanusia.
Penelitian terbaru menunjukkan bakteri ini bisa berpindah dari mamalia
bercangkang keras—yang dingin tubuhnya (32ÂșC) membuatnya jadi inang utama—kepada
orang yang berburu, memasak, atau menyentuhnya.
Richard
Truman dari National Hansen’s Disease Program mengungkapkan, kaitan penyakit
lepra dengan armadillo dicurigai sejak lama. Meskipun risikonya terhadap
manusia rendah, Truman mendesak dokter di AS mempertimbangkan lepra selama
proses diagnosis. Sarannya : “Jangan sentuh armadillo.” —Jeremy Berlin
Sumber : National Geographic edisi
November 2012

Tidak ada komentar:
Posting Komentar