Kurikulum 2013 ini merupakan pengganti KTSP dan mulai diterapkan pada awal tahun ajaran 2013/2014. Awalnya kurikulum ini direncanakan akan diterapkan kepada siswa kelas I s.d IV SD, VIII&IX SMP, X&XI SMA. Namun akhirnya kelas VIII SMP dan XI SMA tidak merasakan kurikulum baru ini.
Pada dasarnya buku bahan ajar tidak dicetak melainkan diunggah dalam jaringan. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari anggapan masyarakat bahwa buku dijadikan ajang untuk membangun sebuah proyek. Mungkin sehubungan dengan dihapuskannya sekolah RSBI maupun SBI yang menimbulkan penyelewengan penggunaan dana bantuan dari pemerintah. Tetapi sejauh ini ada beberapa buku yang sudah dicetak untuk memudahkan proses pembelajaran.
Tujuan penerapan Kurikulum 2013 ini adalah untuk membentuk generasi yang siap menghadapi masa depan, melalui proses pembelajaran yang observatif serta melalui beberapa tuntutan kompetensi siswa, antara lain
- Penilaian dari semua aspek, proses lebih dihargai daripada hasil
- Pengembangan karakter
- Kompetensi yang dibutuhkan sesuai kebutuhan hidup seperti pendidikan karakter, keseimbangan soft skill dengan hard skill, kewirausahaan, dll
- Tanggap terhadap perubahan sosial
- Menuntut adanya remediasi
Hal diatas merupakan suatu konsep dasar kurikulum yang cukup bagus dan idealis. Namun dalam kenyataannya, Kurikulum 2013 malah banyak menuai kritikan negatif dari banyak pihak. Mungkin karena metode yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan menimbulkan permasalahan yaitu memerlukan kreativitas guru untuk mendorong siswa menjadi aktif. Pasalnya banyak guru yang masih belum dapat beradaptasi dengan Kurikulum 2013. Guru kurang kreatif sehingga tidak ada minat siswa dalam belajar. Padahal kurikulum ini bersifat obervatif, yang lebih memerhatikan lingkungan sekitar dalam merumuskan suatu teori. Minat siswa yang kurang tentu sangat menghambat metode pembelajaran yang aktif dan observatif.
Beberapa guru masih berpegang kepada teori-teori lama yang dianggap sudah tidak pas dengan keadaan dunia sekarang ini. Terkadang argumen siswa tidak diterima sehingga timbul rasa tidak dihargai.
Kecaman terhadap kurikulum ini ditambah dengan beberapa kekurangan yang dirasa sangat berpengaruh, seperti
- Guru tidak terlibat dalam pengembangan kurikulum
- Hasil kurikulum dengan orientasi proses pembelajaran tidak seimbang. Orientasi pembelajaran kurikulum ini berpusat pada proses, sedangkan selama Ujian Nasional berlaku siswa akan berkonsentrasi pada hasil saja. Mata pelajaran yang tidak diujikan dalam Ujian Nasional akan terabaikan. Padahal mata pelajaran yang lain turut berkontribusi dalam mewujudkan tujuan pendidikan.
- Ditetapkan tanpa evaluasi dari kurikulum sebelumnya
- Penyusunan materi bahan ajar tidak sesuai dengan tahap berpikir siswa
Dari hal yang saya kemukakan diatas, tidak heran jika Kurikulum 2013 dianggap seperti fast food. Kita tidak benar-benar tahu kandungan gizi makanan tersebut, yang penting kita dikenyangkan. Mirip dengan kedaan Kurikulum 2013 saat ini, siswa tidak benar-benar paham apa yang dipelajarinya namun dituntut untuk melakukan penerapan ilmu dalam kehidupan sehari-sehari.
Saya sebenarnya bangga dengan Kurikulum 2013 namun sangat menyayangkan pelaksaannya pada sekarang ini. Segala hal belum dipersiapkan dengan matang. Saya hanya mohon kerjasamanya dari segala pihak yaitu pemerintah, dewan pengajar, terutama siswa. Pemerintah hendaknya mengkaji ulang dan mempersiapkan segala kebutuhan kurikulum yang sedang berlangsung. Dewan Pengajar seyogyanya menerapkan kurikulum sesuai dengan prosedur dan keadaan siswa. Alangkah baiknya jika kita sebagai siswa berusaha mengikuti, menjalani, dan mempelajari kurikulum yang sedang berlangsung walaupun dirasa berat. Kesuksesan kurikulum sangat bergantung pada siswa yang juga akan menentukan nasib bangsa kita.
Nah segitu aja ya.. Doakan ya pidato gue suksessssss :3
SALAM ABITA !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar