Di Nara, Jepang, terdapat
sebuah pagoda kayu setinggi 37 meter berusia lebih dari 1.300 tahun. Struktur
semacam itu kini jarang ada, karena rawan kebakaran dan adanya aturan yang
membatasi ketinggian bangunan kayu. Namun, arsitek asal Kanada Michael Green bertekad
mengubah hal itu dengan mengusulkan didirikannya pencakar langit dari kayu
setinggi 30 lantai di Vancouver. Ia menjelaskan bahwa panel-panel kayu raksasa
yang dilaminasi, yang lebih dikenal sebagai mass
timber jauh lebih tahan api dari balok kayu biasa.
Selain itu, emisi karbon dari produksi beton dan baja
sangat tinggi, sedangkan bangunan kayu justru menyimpak karbon yang biasanya
dilepaskan ketika pohon membusuk atau terbakar. Di London, sudah ada bangunan
apartemen sembilan lantai dari mass timber.
Sementara gedung pencakar langit dari kayu setinggi 16 lantai dijadwalkan akan
berdiri di Kirnekes, Norwegia. Ambisi utama Green sebetulnya lebih mulia
lagi:menyediakan perumahan yang terjangkau bagi masyarakat di daerah kumuh. —Alex Hoyt
Sumber : National
Geographic Edisi Februari 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar