Jika kalian ditanya gunung
apakah yang tertinggi di dunia pasti kalian menjawab Gunung Everest. Eits,
tunggu dulu ada yang lebih tinggi. Namanya Gunung
Mauna Kea. Tapi kenapa ya belum layak tercatat rekor? Simak yang berikut
ini.
Salju turun di atas puncak
gunung raksasa di tengah Samudera Pasifik ini. Itu sebabnya penduduk Hawai’i,
yang membangun kuil di lereng landainya, menamainya Mauna Kea (Gunung Putih). Tingginya yang lebih dari 4.000 meter di
atas permukaan laut memang mencengangkan, namun belum layak tercatat sebagai
rekor. Gunung ini menjadi tertinggi di dunia karena ketinggian seluruhnya
mencapai 9.966 meter — sebagian
besar berada di bawah air. Mauna Kena menjulang langsung dari dasar laut,
dibangun oleh lava dari titik panas vulkanis yang satu demi satu membentuk
Kepulauan Hawai’i.
LAPISAN KEHIDUPAN GUNUNG
Gurun Batu Pegunungan (4.200m)
Predator-predator kecil
seperti serangga wēkiu, dengan darah antibeku,
melahap serangga-serangga yang terbawa angin. Terdapat
juga laba-laba wolf.
Padang Ilalang Pegunungan (3.900 m)
Burung-burung laut khas Hawai’i
seperti Petrel dan Nēnē bersarang
di aliran lava lama. Seperti ratusan spesies asli lainnya, mereka tergiring ke
ambang kepunahan oleh perburuan dan spesies bawaan semacam ternak dan garangan.
Terdapat juga burung Cerek
pasific golden.
Hutan Subpegunungan (2.895 m)
Pola gerakan angin biasanya
menjauhkan awan dari bagian Mauna Kea
yang berada di atas permukaan laut, yang masih relatif berbatu dan kering. Palila, burung yang kini hanya ditemukan
di sini, memakan biji pohon māmane, yang beracun bagi burung-burung
lain. Terdapat juga Serangga koa, Kukuk shorteared hawai’i, dan ‘Amakihi.
Hutan
Gunung (2.011 m)
Satu-satunya mamalia asli Hawai’i, Kelelawar beruban, menghuni zona ini
bersama-sama Laba-laba happy face,
yang memperoleh namanya dari tanda di abdomennya. Suaka Margasatwa Hakalau dihuni oleh 17 jenis spesies yang terancam
punah. Terdapat juga Kupu-kupu kamehameha, Kelelawar
hoary hawai’i, dan ‘I’iwi.
Dataran
Rendah (914 m)
Ikan air tawar O’opu nopili dan burung pantai hidup dengan perlindungan. Sebagian
besar populasi manusia di Mauna Kea tinggal
di zona ini. Hilo, yang berpopulasi
43.000 adalah kota terbesar di Pulau Besar. Terdapat juga Elang hawai’i, Mandar hawai’i, dan Gagang
bayam hawai’i.
Zona
Sinar Matahari ( Permukaan Laut = 0 m)
Tempat cahaya menerobos, plankton
hidup, pelengkap rantai makanan yang menyokong penghuni terumbu karang (potter’s angelfish dan paus bungkuk yang sedang bermigrasi).
Wilayah
Senja (-396 m)
Cumi-cumi
dana berpendar berburu di sini. Kakap
merah jambu bernaung di terumbu karang tua yang batu-batu karangnya mati
ketika permukaan laut naik pada akhir Zaman Es.
Zona
Tengah Malam (-1.188 m)
Palung-palung bawah laut bisa
menyalurkan dan memadatkan limbah organik dari perairan yang terkena sinar
matahari. Hal ini membantu memperkaya kehidupan di kegelapan pekat ini. Ikan sungut gada yang tinggal di dasar
laut juga mengandalkan sinar di kepalanya untuk memancing mangsa. Karang bambu
yang telah beradaptasi dengan perairan dalam bisa tumbuh setinggi lima kaki. Terdapat
juga Kepiting Batu, Lili laut, Hiu tahu,
Bintang laut, serta Koral bambu.
Jurang
(-3.962 m)
Dalam tekanan dan suhu dingin ekstrem,
Sidat abyssal cusk hidup lebih dalam
daripada ikan-ikan lainnya. Spesies Timun
laut terombang-ombang di dekat dasar laut, tempatnya mencari makanan.
Spesies ini mengeluarkan cahaya saat diserang, lalu menanggalkan lapisan
luarnya yang bependar dan melarikan diri ke kegelapan. Terdapat
juga Abyssal grenadier dan Udang lau dalam.
Dasar
Mauna Kea
Kira-kira kedalamannya 5.671 meter di
bawah permukaan laut.
Sumber : Kolakesi Pribadi : Majalah National Geographic Edisi Nopember 2012
Sumber : Kolakesi Pribadi : Majalah National Geographic Edisi Nopember 2012

Tidak ada komentar:
Posting Komentar