28.10.12

MAUNA KEA

GUNUNG TERTINGGI DI DUNIA

Jika kalian ditanya gunung apakah yang tertinggi di dunia pasti kalian menjawab Gunung Everest. Eits, tunggu dulu ada yang lebih tinggi. Namanya Gunung Mauna Kea. Tapi kenapa ya belum layak tercatat rekor? Simak yang berikut ini.

Salju turun di atas puncak gunung raksasa di tengah Samudera Pasifik ini. Itu sebabnya penduduk Hawai’i, yang membangun kuil di lereng landainya, menamainya Mauna Kea (Gunung Putih). Tingginya yang lebih dari 4.000 meter di atas permukaan laut memang mencengangkan, namun belum layak tercatat sebagai rekor. Gunung ini menjadi tertinggi di dunia karena ketinggian seluruhnya mencapai 9.966 meter sebagian besar berada di bawah air. Mauna Kena menjulang langsung dari dasar laut, dibangun oleh lava dari titik panas vulkanis yang satu demi satu membentuk Kepulauan Hawai’i.


LAPISAN KEHIDUPAN GUNUNG

Gurun Batu Pegunungan (4.200m)
Predator-predator kecil seperti serangga wēkiu, dengan darah antibeku, melahap serangga-serangga yang terbawa angin. Terdapat juga laba-laba wolf.

Padang Ilalang Pegunungan (3.900 m)
Burung-burung laut khas Hawai’i seperti Petrel dan Nēnē bersarang di aliran lava lama. Seperti ratusan spesies asli lainnya, mereka tergiring ke ambang kepunahan oleh perburuan dan spesies bawaan semacam ternak dan garangan. Terdapat juga burung Cerek pasific golden.

Hutan Subpegunungan (2.895 m)
Pola gerakan angin biasanya menjauhkan awan dari bagian Mauna Kea yang berada di atas permukaan laut, yang masih relatif berbatu dan kering. Palila, burung yang kini hanya ditemukan di sini, memakan biji pohon māmane, yang beracun bagi burung-burung lain. Terdapat juga Serangga koa, Kukuk shorteared hawai’i, dan ‘Amakihi.

Hutan Gunung (2.011 m)
Satu-satunya mamalia asli Hawai’i, Kelelawar beruban, menghuni zona ini bersama-sama Laba-laba happy face, yang memperoleh namanya dari tanda di abdomennya. Suaka Margasatwa Hakalau dihuni oleh 17 jenis spesies yang terancam punah. Terdapat juga Kupu-kupu kamehameha, Kelelawar hoary hawai’i, dan ‘I’iwi.

Dataran Rendah (914 m)
Ikan air tawar O’opu nopili dan burung pantai hidup dengan perlindungan. Sebagian besar populasi manusia di Mauna Kea tinggal di zona ini. Hilo, yang berpopulasi 43.000 adalah kota terbesar di Pulau Besar. Terdapat juga Elang hawai’i, Mandar hawai’i, dan Gagang bayam hawai’i.

Zona Sinar Matahari ( Permukaan Laut = 0 m)
Tempat cahaya menerobos, plankton hidup, pelengkap rantai makanan yang menyokong penghuni terumbu karang (potter’s angelfish dan paus bungkuk yang sedang bermigrasi).

Wilayah Senja (-396 m)
Cumi-cumi dana berpendar berburu di sini. Kakap merah jambu bernaung di terumbu karang tua yang batu-batu karangnya mati ketika permukaan laut naik pada akhir Zaman Es.

Zona Tengah Malam (-1.188 m)
Palung-palung bawah laut bisa menyalurkan dan memadatkan limbah organik dari perairan yang terkena sinar matahari. Hal ini membantu memperkaya kehidupan di kegelapan pekat ini. Ikan sungut gada yang tinggal di dasar laut juga mengandalkan sinar di kepalanya untuk memancing mangsa. Karang bambu yang telah beradaptasi dengan perairan dalam bisa tumbuh setinggi lima kaki. Terdapat juga Kepiting Batu, Lili laut, Hiu tahu, Bintang laut, serta Koral bambu.

Jurang (-3.962 m)
Dalam tekanan dan suhu dingin ekstrem, Sidat abyssal cusk hidup lebih dalam daripada ikan-ikan lainnya. Spesies Timun laut terombang-ombang di dekat dasar laut, tempatnya mencari makanan. Spesies ini mengeluarkan cahaya saat diserang, lalu menanggalkan lapisan luarnya yang bependar dan melarikan diri ke kegelapan. Terdapat juga Abyssal grenadier dan Udang lau dalam.

Dasar Mauna Kea
Kira-kira kedalamannya 5.671 meter di bawah permukaan laut.


Sumber : Kolakesi Pribadi : Majalah National Geographic Edisi Nopember 2012

Tidak ada komentar: